Cara Menghilangkan Derita Cinta Ditolak !!!
Assalamu’alaikum.wr.wb
Author:Iin
damayanti
Derita Cinta
Ditolak
Cinta memang tak pernah usang untuk
dibahas. Selalu ada sisi menarik dari cinta. Cinta terkadang manis, tapi juga
akan terasa pahit tergantung bagaimana kita mengelola cinta. Cinta antarmanusia
memang tak selamanya akan semanis kurma terkadang apa yang kita cintai
meninggalkan kita seperti kisah berikut.
Kita mungkin tak asing lagi dengan
kisah cinta Laila Majnun, kisah cinta antara Qeis dan Laila. Di kisah ini Laila
benar-benar membuat Qeis gila. Qeis yang memiliki wajah pas-pasan amat cinta
dengan Laila karena wajahnya cantik. Tapi sayang, Ayah Laila tidak menyetujui
hubungan antara Qeis dengan Laila ditambah Laila dipersunting lelaki lain.
Hal ini membuat
Qeis depresi. Ia sering melamun dan sering menyebut nama Laila dan ia lupakan
Allah Subhanahu wata’ala yang semestinya ia cintai dan rindukan. Wallahu a’lam.
Sebenarnya masih banyak lagi kepahitan
cinta semu antarmanusia akibat terlalu berlebihan dalam mendambakan seorang
kekasih yang sudah menghilang. Salah satunya gara-gara cinta ditolak seseorang
menjadi buta, ia sampai hati menyebarkan kejelekan orang yang dicintai kepada
orang lain salah satunya lewat situs jejaring sosial yang sekarang ini sedang
digandrungi para remaja.Selain itu, ada yang tega membunuh orang yang dicintai
atau bahkan membunuh dirinya sendiri. Naudzubillahi min dzalik.
Itulah cinta. Cinta semu diantara
manusia. Cinta yang didefinisikan sebagai amalan hati yang akan tampak pada
amal lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah,
maka ia akan menjadi ibadah. Namun, jika cinta tidak sesuai dengan ridha-Nya maka
akan menjadi perbuatan yang amat merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain
sebagaimana cinta semu diantara manusia yang bisa membuat seseorang jatuh ke
jurang penderitaan lahir maupun batin gara-gara cinta ditolak.
Derita lahir
salah satunya depresi atau stress, sedangkan derita batin yakni hatinya menjadi
keruh karena sudah dicemari penyakit dan hatinya kering dari kerinduan terhadap
Allah.
Apa itu
Mahabbah Al-isyq?
Hati yang menjadi buta seperti yang
dikisahkan tadi dipicu oleh mahabbah al-isyq. Apa itu mahabbah al-isyq?
Mahabbah al-isyq merupakan jenis cinta yang arahnya lebih pada aspek kesamaan
atau kecocokan di antara yang mencintai dan yang dicintai. Kesamaan atau
kecocokan di antara manusia berlawanan jenis menimbulkan perasaan suka.
Nah, persamaan
kepentingan, sehingga kedua insan padu, akhlak yang baik, rupa cantik atau
tampan serta kecerdasan sebagai pemicu mahabbah al-isyq. Qeis suka dengan Laila
karena wajah Laila yang amat cantik. Wajah cantik Lailalah pembangkit gejolak
mahabbah al-isyq Qeis.
Walaupun,
faktor kecantikan atau tampan, kecerdasan, persamaan kepentingan dan akhlak
yang baik bukan faktor utama, faktor tersebut seringkali dijadikan dasar kenapa
seseorang menyukai lawan jenis.
Sesuai dengan
yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim, pada dasarnya manusia ditetapkan oleh Allah
Subhanahu Wa Ta’ala dengan hikmahNya yaitu Allah menciptakan makhlukNya dalam
kondisi saling mencari yang sesuai dengannya, secara fitrah saling tertarik
dengan jenisnya, sebaliknya akan menjauh dari yang berbeda dengannya.
Kok Aku
Terjerat Penyakit Al-isyq?
Cinta yang tidak baik dan salah
diantara manusia serta tanpa diimbangi dengan cinta kepada-Nya memang akan
menyebabkan penyakit. Orang yang terserang penyakit al-isyq akan berbuat apa
saja demi cintanya dapat diterima oleh orang yang dicintai.
Hati dan
pikiran orang yang terserang penyakit cinta pun semakin tidak karuan, pikiran
kotor sering muncul sehingga ide-ide kotor yang hadir dalam pikiran menodai
usaha manusia dalam mengejar cintanya pada seseorang.
Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa
penyakit al-isyq agaknya sering menimpa orang yang hatinya kosong dan rasa
cinta kepada Allah sangatlah kurang terlihat dari pikiran-pikiran seseorang
yang sedang kasmaran menjadi buta dan jauh dari Allah subhanahu wata’ala.
Berkata ulama Salaf bahwa penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari
segala sesuatu selain apa yang dicinta dan dipujanya.
Nyata sekali
kalau hati kita jauh dari rasa cinta kepada-Nya akan mudah sekali terserang
penyakit al-isyq. Kalaulah kita terlanjur diserang penyakit cinta cobalah hati
yang kosong dipenuhi dengan mahabbah kita kepada Allah karena ini terapi yang
paling diutamakan yaitu mengutamakan cinta kita kepada Allah.
Mahabbah al-isyq akan menjadi penyakit
hati apabila ternyata seseorang yang dicintai tak menerimanya karena adanya
penghalang seperti perbedaan kepentingan, adanya cela dalam akhlak, serta rupa
sehingga menimbulkan salah satu insan pergi meninggalkan seseorang yang awalnya
ia suka.
Hilangnya atau kepergian orang yang
dicintai membuat dorongan penyakit al-isyq semakin besar. Maka dari itu, perlu
adanya terapi agar dapat terhindar dari penyakit al-isyq. Penyakit al-isyq
agaknya berbeda dengan penyakit-penyakit pada umumnya dilihat dari segi bentuk,
sebab, maupun penyembuhan.
Penyakit ini mampu membuat jiwa dan
raga seseorang sakit seluruhnya. Obat penawarnya pun agak sulit dicari bahkan
dokter terkadang kewalahan menangani penyakit al-isyq. Eitz, kita tak perlu
resah dan takut karena terlanjur terserang penyakit al-isyq, Rasulullah
memiliki terapi khusus agar kita terhindar dari penyakit ini, lho. Mau tahu?
Terapi Penyakit
Al-Isyq ala Rasulullah
Ada beberapa
terapi dalam menyembuhkan penyakit al-isyq ala Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam yang disampaikan oleh Ibnul Qoyyim dalam karyanya Zadul
Ma’ad. Terapi ini diberikan tentunya karena pada dasarnya manusia memiliki
nafsu yang tidak selamanya menguntungkan manusia.
Hal ini sesuai
dengan firman Allah :
“Dijadikan
indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:
wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di
dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali-Imran [3] : 14)
Cinta terhadap lawan jenis
sewaktu-waktu dapat menuju dorongan syahwat yang berbahaya. Oleh karena itu,
agar tidak terjadi sesuatu yang merugikan, tindakan pencegahan lebih awal serta
menjauhkan diri dari sikap maupun sarana yang menjurus pada penyakit al-isyq
seperti ber-chat ria lewat situs jejaring sosial atau ber-sms dengan lawan
jenis juga banyak memberikan immun hati terhindar dari penyakit al-isyq.
Rasulullah
menganjurkan kepada pemuda yang telah mampu untuk menikah. Jika memang ada
peluang untuk menikahi wanita yang dikasihinya. Namun, bila si pemuda belum
siap dianjurkan untuk berpuasa sebagaimana tercantum dalam hadits dari riwayat
Ibn Mas’ud Radhiyallahu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Hai sekalian pemuda, barang siapa yang mampu untuk menikah maka
hendaklah dia menikah , barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah berpuasa
karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan
zina).”
Nyata solusi yang paling manjur untuk
orang yang sedang kasmaran adalah menikah dan dengan menikah pastinya akan
terhindar dari zina dan tak usah bingung lagi untuk berbalas kasih dengan orang
yang dicintai.
Seperti halnya
Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda, “Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling
mengasihi selain melalui jalur pernikahan.”
Tidak semuanya orang yang sedang
tertimpa penyakit cinta bisa disembuhkan dengan cara menikah dan berpuasa.
Karena peluang untuk menikahi orang yang dikasihi terhalang oleh takdir yakni
orang yang dikasihi bukan jodohnya. Jika sudah begini, penyakit al-isyq akan
semakin parah apabila tidak ditangani sesegera mungkin dengan terapi.
Terapi kedua yakni berpikir positif
(Be positive thingking, okey!) dan menyakinkan diri bahwa apa yang menimpa kita
kepada orang yang dikasihi adalah takdir Allah subhanahu wata’ala. Berpikirlah
bahwa Allah subhanahu wata’ala pasti akan memberikan yang lebih baik karena
jodoh sudah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wata’ala.
Mencoba sedikit
demi sedikit untuk melupakannya dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Allah
subhanahu wata’ala dan berdoa kepada Allah diberikan jodoh yang lebih baik.
Bila cara menyakinkan diri bahwa apa
yang menimpa cintanya adalah ketetapan atau takdir Allah subhanahu wata’ala
tidak mempan juga. Rasa cintanya masih menggebu hendaknya ditangkal dengan
beberapa keyakinan tentang risiko yang kita dapatkan jika kita masih bersikukuh
mengejar kekasih yang mustahil akan jadi jodohnya karena takdir tidak
menghendakinya. Risiko hilangnya seorang kekasih serta siksa di akhirat nanti
bila penyakit al-isyq tidak lekas dihilangkan, cobalah dipikir sejenak.
Terapi tersebut juga tak mempan juga,
alternatif lain yakni mengubur rasa cinta atau simpati pada lawan jenis dengan
apa-apa yang kiranya ada cela dalam akhlaknya, sikap, maupun kecerdasannya dan
kekurangan yang lain. Apa-apa yang tidak baik dari lawan jenis membuat penyakit
al-isyq yang menggebu agaknya lebih banyak berkurang dan semakin lama akan
semakin menghilang penyakit ini.
Dengan
mengingat kejelekan dari pemicu penyakit al-isyq, maka semakin mudah jalan
penyakit ini keluar dari hati kita.
Secuplik terapi-terapi yang diuraikan
oleh Ibnul Qoyyim agaknya mampu membunuh penyakit al-isyq asalkan kita berniat
sungguh-sungguh untuk menghindari penyakit al-isyq serta jangan terlalu
meratapi dambaan hati yang tak jadi pendamping hidup, bangkitlah dari
penderitaan cinta dan bangkit mencari pengganti yang lain, karena rejeki kita
siapa tahu. “...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya
tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS.
Yusuf [12] : 87)
Bentengi Hati
Dengan Tazkiyatun Nufs
Menurut Imam Ibnu Al-Jauzi, ”kecintaan,
kasih sayang dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki
kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela serta tak perlu dibuang. Namun,
cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai
akal dan membelokkan pemiliknya kepada hal yang tidak sesuai dengan hikmah yang
sesungguhnya, hal seperti inilah yang tercela.”
Tak ada salahnya kita tertarik atau
suka dengan lawan jenis asalkan kita mampu membentengi hati kita dengan
tazkiyatun nufs yakni membersihkan jiwa dari penyakit hati agar ketika kita
tertimpa sesuatu seperti cinta ditolak kita tak akan mudah jatuh. “Sungguh
beruntung orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat
(menyebut) nama Rabbnya, lalu dia shalat.” (QS. al-A’la [87] : 14-15).
Sumber: eva.nadhira@gmail.com





