kalau Mau Pacaran, yang “Islami” Saja !!!
Assalamu’alaikum wr.wb
Author:Iin
damayanti
Kata sebagian orang : “Sulit untuk
menjelaskan sesuatu yang sudah jelas”. Istilah pacaran adalah sebuah
istilah yang sudah sangat akrab ditelinga serta lengket dalam pandangan mata.
Namun saya masih agak kesulitan untuk
mendefinisikannya. Mudahan-mudahan tidak salah kalau saya katakan bahwa setiap
kali istilah ini disebut maka yang terlintas dibenak kita adalah sepasang anak
manusia -terutama kawula muda dan para remaja- yang tengah dilanda cinta dan
dimabuk asmara, saling mengungkapkan rasa sayang, cinta dan rindu, yang
kemudian akhirnya biduk ini akan menuju pada pantai pernikahan. Inilah paling
tidak anggapan dan harapan sebagian pelakunya.
Namun ada satu hal yang banyak luput
dari banyak kalangan bahwa segala sesuatu itu ada etika dan aturannya, kalau
masuk terminal saja ada aturannya, akankah masalah cinta yang kata sebagian
orang “suci” ini tanpa aturan ???
CINTA TABIAT
ANAK MANUSIA: JANGAN DIBUNUH, JANGAN PULA DIUMBAR!
Allah Ta’ala
berfirman :
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ
“Dijadikan
indah dalam pandangan manusia kecintaan pada apa-apa yang dia ingini, yaitu
wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia. Dan
disisi Allah lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran : 14)
Inilah tabiat dan fithrah kita sebagai
anak Adam. Anak cinta orang tua, orang tua cinta anak, kita cinta pada uang,
kaum hawa cinta pada perhiasan de el el. Begitu pula cinta pada lawan jenis,
semua diantara kita yang laki-laki mencintai wanita dan yang wanita cinta
laki-laki, barang siapa yang tidak memilikinya maka dipertanyakan kejantanan
dan kefemininannya. Setuju nggak ???
BILA SI CINTA
DENGAN GAUN MERAH JAMBU ITU HADIR!!
Saya tidak tahu persis sejak kapan
warna merah jambu dan daun waru dinobatkan sebagai lambang cinta, apapun
jawabannya, itu tidak terlalu penting bagi kita. Namun yang sangat penting
adalah bahwasannya bila masa kanak-kanak itu telah beranjak pergi meninggalkan
kehidupan kita, lalu kitapun menyandang predikat baru sebagai remaja untuk
menyongsong kehidupan manusia dewasa yang mandiri.
Ada sesuatu
yang terasa hadir mengisi indahnya hidup ini.
Itulah cinta.
Yang jelas
cinta ini bukan lagi cinta pada mainan atau jajan bungkusan anak-anak, namun
cinta pada sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Saat itu tersenyumlah
seraya berucap : “Selamat datang cinta.”
KASIHAN SI
CINTA: SERING DIJADIKAN KAMBING HITAM!
Cinta adalah sesuatu yang agung,
Dengan cinta seorang yang pengecut menjadi pemberani, orang yang bakhil menjadi
dermawan, yang bodoh menjadi pintar, menjadikan orang pandai merangkai kata dan
tulisan. Begitulah kira-kira yang diungkapkan para dokter cinta.
Oleh karena
jangan salahkan cinta, kasihan dia. Bukankah karena cinta seseorang bisa masuk
surga.
Suatu hari ada seseorang bertanya
kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang kapan terjadi
hari kiamat, namun beliau malah balik bertanya : “Apa yang telah engkau
persiapkan untuk menghadapinya ?” Dia menjawab : .”Cinta Allah dan Rasul
Nya.” maka beliaupun menjawab : “Engkau bersama orang yang engkau
cintai.” Maka Anas bin Malik radliyallahu’anhu perowi hadits ini pun
berseru gembira : “Demi Allah, Saya mencintai Rasulullah, Mencintai Abu Bakr
dan Umar, maka saya berharap untuk bisa bersama mereka disurga,”. (Bukhari
Muslim)
Cinta itu akan
menjadi sangat agung kalau diletakkan pada tempatnya, namun bisa menjadi
bencana kalau disalah gunakan. Oleh karena itu berhati-hatilah.
CINTA KEPADA
ALLAH: RABB SEMESTA ALAM
Cukuplah bagi
kita merenungi ayat berikut :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَ ايَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesunguhnya
orang-orang yang beriman yaitu adalah orang-orang yang ketika disebut nama
Allah maka bergetarlah hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayatnya maka
bertambahlah iman mereka karenanya. Dan kepada Rabbnya mereka bertawakkal. (Al
Anfal : 2)
Bertanyalah pada diri kita
masing-masing, hatimu bergetar saat disebut nama-Nya ataukah nama nya
??? “Mintalah fatwa pada dirimu sendiri” begitulah kata Rasulullah
shallallahu’alaihi wa sallam.
Bukankah cinta ini yang menjadikan
Handlalah radliyallahu’anhu meninggalkan malam pertamanya untuk pergi
perang lalu meninggal dalam keadaan masih junub ? Bukankah cinta ini yang
menjadikan Bilal bin Rabah radliyallahu’anhu mampu menahan derita yang
tak terkira ? begitu pulalah Ammar bin Yasir, Khalid bin Walid dan lainnya
radliyallahu’anhum.
CINTA KEPADA
RASULULLAH SHALLALLAHU’ALAIHI WA SALLAM
Lelaki agung
itu, yang meskipun beliau sudah meninggal 14 abad yang lalu , namun masih kita
rasakan cinta dan kasihnya. Lihatlah gambaran Al Qur’an ini :
لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَاعَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
“Sungguh telah
datang pada kalian, seorang rasul dari kalangan kalian sendiri, berat terasa
olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan keselamatan bagi kalian, amat
belas kasihan, lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At Taubah :
128)
Oleh karena itu
tidak mengherankan kalau beliau bersabda :
“Tidak sempurna
keimanan salah seorang diantara kalian sehingga saya lebih dia cintai dari pada
cintanya pada orang tuanya, anak-anaknya dan semua manusia.”(Bukhari Muslim)
Cinta pada sunnahnya, itulah bentuk
cinta pada beliau. Sangat ironis sekali ummat islam sekarang yang mana setiap
kali disebut sunnah beliau, maka mereka dengan langsung memprotes : “Kan
Cuma sunnah ???” lalu kalau tidak sunnah beliau mau sunnah siapa ???
Firman Allah
ta’ala:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh ada
bagi kalian pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 21)
CINTA KARENA ALLAH
”Akhi, Ukhti,
saya mencintaimu karena Allah.” Begitulah Rasulullah mengajarkan ummatnya untuk cinta ada orang lain
karena Allah, dalam artian kalau orang itu semakin membuat kita dekat pada
Nya maka cintailah dia, dan begitu pula sebaliknya kalau ada orang yang semakin
menjauhkan kita dari Nya, maka jauhilah dia. Bukankah orang yang
melakukannya akan merasakan manisnya iman dan akan mendapatkan mimbar cahaya
yang diingingkan oleh para Nabi dan Syuhada’ ???
Mencintai tokoh
idola Anda, juga lakukan atas dasar cinta pada Allah dan Rasulnya.
TIDAK!!! ISLAM
TIDAK MENGHARAMKAN CINTA, ISLAM HANYA MENGATURNYA!
Islam sebagai agama paripurna, tidak
membiarkan satupun masalah tanpa aturan. Lha wong cara berpakaian,
mandi, dan hal-hal kecil lainnya ada aturanya, maka bagaimana mungkin urusan
cinta yang menjadi keharusan hidup manusia normal akan tanpa aturan.
Itu mustahil !!.
Allah Berfirman
:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada Hari ini
telah kusempurnakan agama kalian, dan telah Ku sempurnakan nikmatku kepadamu
dan Aku rela islam sebagai agamamu.” (Al Maidah : 3)
Oleh karena itu
kalau mau bercinta alias pacaran, saya tawarkan sebuah ‘pacaran islami’ biar
berpahala.
Setuju nggak
???
Selamat mencoba
!!!
Ada beberapa
aturan yang harus dipenuhi kalau mau berpacaran yang ‘islami’ yaitu :
1.Menutup aurat
Firman Allah
Ta’ala :
يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
“Hai Nabi,
Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang
mu’min “Hendaknya mereka menjulurkan pakaiannya keseluruh tubuh mereka”
yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka
tidak diganggu.” (QS. Al Ahzab : 59)
Bahkan saking
pentingnya masalah ini, Rasulullah juga mengaturnya walaupun antar jenis.
Dari Abu Said
Al Khudri radliyallahua’anhu berkata : “Rasulullah shallallahu’alaihi
wa sallam bersabda :
“Janganlah
seorang laki-laki itu melihat aurat laki-laki dan jangan seorang wania melihat
aurat wanita.” (H.R. Muslim)
2. Menundukkan
pandangan
Firman Allah Ta’ala
:
قُلْ لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَايَصْنَعُونَ {} وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
“Katakanlah
kepada orang-orang mu’min laki-laki agar mereka menundukkan sebagian pandangan
mereka serta menjaga kemaluan mereka. Dan katakan kepada para wanita mu’minah,
agar mereka menundukkan sebagian pandangan mereka dan menjaga farji mereka.” (QS.
An Nur : 30,31)
Dari Jarir bin
Abdillah berkata : “Saya bertanya pada Rasulullah tentang pandangan yang
mendadak tak sengaja, maka beliau memerintahkanku untuk memalingkan
pandangan itu.” (Riwayat Muslim)
3. Tidak
bersolek ala jahiliyah
Firman Allah
Ta’ala :
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan menetaplah
kalian dalam rumah-rumah kalian, dan janganlah bersolek seperti bersoleknya
orang-orang jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al Ahzab : 33)
Dari Abu
Hurairah radliyallahu’anhu berkata : “Rasulullah shallallahu’alaihi
wa sallam bersabda : “Ada dua golongan manusia ahli neraka yang saya belum
pernah melihatnya, yang pertama : orang-orang yang memegang cambuk untuk
memukul orang lain, yang kedua : Para wanita yang berpakaian tapi telanjang,
mereka berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk unta. Mereka tidak akan
pernah masuk surga dan tidak akan mendapatkan bau surga, padahal bau surga itu
dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Alangkah
meruginya orang yang semacam ini !!!
4.Ada pembatas
antara laki-laki dan wanita
Firman Allah
Ta’ala :
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
Dan apabila
kalian meminta sesuatu pada mereka (para istri Rasulullah ) maka mintalah
dari balik hijab. Karena yang demikan itu lebih suci bagi hati kalian serta
bagi hati mereka.” (QS.Al Ahzab : 53)
5.Jangan
berdua-duaan, karena yang ketiganya adalah setan
Begitulah
kira-kira bunyi hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam riwayat
imam Ahmad dan Tirmidzi dari Abu Huroiroh dengan sanad hasan,
6.Jangan
lembutkan ucapan
Firman Allah
Ta’ala :
فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَّعْرُوفًا
“Janganlah
kalian (Para wanita) melembutkan ucapan, sehingga akan rakus orang-orang
yang punya penyakit hati, namun ucapkanlah yang baik.” (QS. Al Ahzab : 32)
7.Kulitmu masih
haram bagiku
Dari Ma’qil bin
Yasar berkata : Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“Seandainya ditusuk
pada kepala salah seorang kalian dengan jarum besi panas,
maka itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal
baginya.” (HR. Thobroni, Lihat As Shohihah : 226)
- Saudaraku, kalau anda mampu memenuhi syarat ini, teruskan pacaran anda.
- Namun kalau tidak, maka pilihlah engkau lebih mencintai dia ataukah Allah yang telah menciptakanmu, memberimu rizqi, melimpahkan kasih sayangNya padamu dan memberimu hidayah menjadi orang islam ???
- Segera tinggalkan transaksi harammu itu, sebelum kemurkaan Allah benar-benar datang. Atau saya punya usul , bagaimana kalau engkau cepat-cepat menikah, itupun kalau engkau sudah siap. Bagaimana ???
PERINGATAN
PENTING BAGI YANG MASIH PUNYA HATI…
Anda kepingin
mendapatkan seorang pasangan hidup yang baik, setia, sholih dan shalihah ???
perhatikanlah resep Ilahi ini :
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ
“Wanita yang
jelek untuk laki-laki yang jelek, lelaki yang jelek untuk wanita yang jelek,
begitu pula dengan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan lelaki yang
baik untuk wanita yang baik.” (QS. An Nur : 26)
Kata para
ulama’ : “Balasan itu sejenis dengan amal perbuatannya.”
- Akan menjadi sebuah mimpi disiang bolong kalau anda menginginkan istri seperti Fathimah binti Abdul Malik kalau anda tidak bisa menjadi Umar bin Abdul Aziz.
- Jangan pula mimpi bersuamikan Ali bin Abi Tholib kalau engkau tidak menjadi Fathimah binti Muhammad. Perbaikilah dirimu dahulu sebelum engkau berharap mendapatkan pasangan hidup yang engkau idamkan !!! (waah aku suka banget sama kutipan ini kawan, keren banget, iyha kan?? ) -_-V
JANGAN KATAKAN
INI!
Jangan engkau
berkata padaku :
“Aku berpacaran
kan untuk tahap penjajagan, biar saling memahami karakter
masing-masing, sehingga tidak akan terjadi penyesalan setelah memasuki
maghligai pernikahan, karena bagaimanapun juga kegagalan dalan berpacaran jauh
lebih ringan daripada kegagalan dalam pernikahan.”
Jangan engkau
katakan itu padaku, karena itu hanyalah topengmu belaka.
- Tanyalah pada dirimu sendiri apakah engkau selama pacaran, mencoba untuk memahami masing-masing dan belajar untuk menjadi suami istri yang baik?
- Ataukah yang engkau lakukan adalah berusaha menjadi baik saat berada dekat sang pacar? Bukankah ini sebuah penipuan kepribadian ??? persis kayak penjual yang takut ditinggal pembeli, yang mana ia harus berusaha untuk tampil lebih baik dari yang sebenarnya.
JANGAN ANGGAP
INI KERAS!
Mungkin ada
diantara kalian yang berkata : “ustadznya terlalu keras.”
Wahai saudaraku
seiman !!! cobalah renungkan kembali ayat-ayat dan hadits diatas dengan pikiran
jernih, kepala dingin dan penuh rasionalitas, lalu ambilah kesimpulan, manakah
yang keras ??? bukankah itu semua tuntutan syariat agama yang kita anut
bersama ?
Atau
jangan-jangan Engkau sedang kena penyakit mag sehingga nasi yang
lembek pun terasa keras, itulah kemungkinan yang paling dekat. Hatimu
sedang berpenyakit, sehingga engkau merasa sakit dan keras dengan sesuatu yang
sebenarnya lembek. Bukankah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam
bersabda :
“Saya diutus
untuk membawa syariat yang lurus dan mudah.” (Bukhari Muslim)
PENUTUP
Di penghujung
tulisan ini, marilah kita belajar dari orang yang berpuasa, yang dia menahan
lapar dahaga sehari penuh, namun saat berbuka, akan terasa sangat nikmat air
putih meskipun tanpa gula.
Inilah puasa
panjang syahwat kita, yang akan engkau rasakan nikmatnya tatkala engkau berbuka
dimaghligai pernikahan.
Saat melalui
puasa panjang ini laluilah dengan :
- Banyak berdzikir, menyebut kebesaran Ilahi
- Sabar dan shalatlah
- Ikutilah kajian-kajian keagamaan
- Bertemanlah dengan orang-orang shalih yang akan menolongmu tegar dalam jalan Nya
- Sibukkan diri dengan aktivitas surgawi
- Kalau masih kebelet juga, perbanyaklah puasa karena sesunguhnya puasa adalah benteng yang kokoh.
Ya Allah,
tunjukkanlah kepada kami sebuah kebenaran itu sebagai sesuatu yang benar dan
berilah kami kekuatan untuk menjalankannya. Dan tunjukkanlah kepada kami sebuah
kesalahan itu sebagai sesuatu yang salah dan berilah kami kekuatan untuk
meninggalkannya.
Wa akhiru da’wana ‘anil Hamdi lillahi Robbil
Alamin.
Oleh. Ust.
Ahmad Sabiq bin Abdul Latif
Sumber: www.ahmadsabiq.com (silahkan merujuk ke web
beliau untuk mengambil manfaat yang lebih banyak)
reposting dari http://maramissetiawan.wordpress.comhttp://aslibumiayu.wordpress.com/2011/01/16/kalau-mau-pacaran-yang-%E2%80%9Cislami%E2%80%9D-saja/






1 komentar:
postingan yang daebak ...!!!!
semoga semua suka !!!
Posting Komentar